Mari Kenali Jasa Import Resmi CIF, FOB Dan Exwork untuk Kelancaran Usaha

Jasa Import Resmi CIF, FOB Dan Exwork

Jasa import resmi CIF, FOB dan Exwork bukan sesuatu yang asing di sektor perdagangan internasional (international trade logistic). Baik CIF, FOB, maupun Exwork (EXW) tergolong ke dalam incoterms yang melibatkan kegiatan importir maupun eksportir. Walau begitu, ketiga istilahnya punya masing-masing kriteria yang wajib Anda pelajari sebelum mengirimkan barang.

 Perbedaan Jasa Import Resmi CIF, FOB Dan Exwork

Oleh karena itu artikel ini ditujukan untuk membantu Anda mendalami CIF, FOB, dan Exwork. Mari simak penjelasan dari masing-masing istilah logistik tersebut di bawah ini!

Cost, Insurance, and Freight (CIF)

Cost, Insurance, and Freight atau CIF adalah satu dari 13 incoterms yang dikeluarkan International Chamber of Commerce (ICC) atau Kamar Dagang Internasional. Secara umum, CIF terjadi saat pihak penjual menanggung semua biaya, dari pengiriman sampai transportasi yang membawa barang sampai di tujuan. Hal ini lengkap dengan kewajiban tambahan seperti membayar asuransi sebagai jaminan.

Pihak-pihak yang memilih CIF dalam kegiatan impor wajib memiliki kontrak legal dan membayar biaya maupun freight untuk mengangkut barang hingga sampai di tujuan. Penggunaan asuransi disarankan agar risiko-risiko yang tak diharapkan dapat dicegah sejak awal.

Kemudian, karena masih masuk ke dalam perdagangan internasional, CIF memerlukan commercial invoice sebagai bukti transaksi. Dokumen tersebut yang menentukan kelancaran kegiatan impor resmi yang Anda kelola. Proses pengecekan barang yang dilakukan jasa import resmi CIF, FOB, dan Exwork pun dapat terpantau dengan baik. Tak hanya itu, commercial invoice dapat dikategorikan sebagai faktur pajak Anda.

Lalu, apa saja keuntungan yang didapatkan bila Anda melakukan impor dengan CIF?

  • Kebebasan mengatur kontrak

Mengurus kontrak tak dipungkiri merepotkan saat Anda kali pertama terjun ke dunia impor. Akan tetapi, CIF memberikan kebebasan bagi pihak-pihak yang terlibat dalam menentukan syarat penyerahan barang (termas of delivery). Dalam hal ini, pihak yang melakukan pembelian bisa mengevaluasi sistem untuk pengangkutan barang hingga asuransi yang diberikan sebagai jaminan. Sementara mereka yang menjual dapat menghitung berbagai aspek seperti alat angkut, asuransi, dan jasa bongkar muat barang.

  • Importir lebih mudah melakukan persiapan

Keuntungan jasa import CIF selanjutnya adalah memudahkan pekerjaan importir. CIF memungkinkan pembeli untuk tak pusing memikirkan ongkos pengangkutan maupun asuransi, sebab kebutuhan tersebut bakal ditangani oleh eksportir. Maka wajar saja apabila CIF menjadi sistem yang dipilih banyak importir yang aktif melakukan pengiriman barang. Jika dilakukan dengan benar, Anda berkesempatan untuk meraup untung yang cukup tinggi.

  • Kejelasan dalam transaksi yang dilakukan

Sebagai importir, Anda memang diuntungkan dalam CIF. Namun, Anda juga harus memperhatikan tanggung jawab eksportir yang akan mengurus semua hal dari pengemasan sampai pengiriman barang hingga tiba di tujuan. Pastikan eksportir yang bekerja bersama Anda mencantumkan informasi seperti biaya pengangkutan untuk kejelasan transaksi. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah mengevaluasi kegiatan impor yang berlangsung bersama jasa import resmi CIF, FOB, dan Exwork.

Jasa Import Resmi CIF, FOB Dan Exwork

Free on Board (FOB)

Sistem selanjutnya yang bisa Anda gunakan untuk kegiatan impor adalah Free on Board atau FOB. Dengan FOB, pihak eksportir dan importir akan melakukan kesepakatan dalam proses penyerahan barang. Kemudian, berbeda dari CIF, Anda sebagai importir mempunyai tanggung jawab sendiri yang bakal membantu kelancaran transaksi dengan eksportir.

Lantas, apa kewajiban yang harus dipenuhi Anda sebagai importir? Dalam posisi ini, Anda harus mengurus pembayaran freight, anggutan, asuransi sebagai jaminan, dan kontrak angkutan dalam perdagangan antarnegara. Peran jasa import resmi FOB ini akan mengimbangi eksportir yang akan menangani penyerahan barang, membuat clean on board receipt, menyiapkan izin, hingga pajak.

Memilih FOB untuk kegiatan impor akan melatih tanggung jawab Anda sebagai importir. Sebelum mempraktikan sistem ini, Anda dapat mempertimbangkan dua jenis FOB yang sudah umum dipakai, antara lain:

  1. FOB shipping point

Jenis FOB yang satu ini menyertakan sistem pembayaran yang akan membebankan ongkos kirim kepada importir atau seller. Bukan cuma itu, tanggung jawab Anda sebagai importir bertambah dengan menangani risiko yang bisa terjadi selama proses pengiriman hingga barang sampai gudang. Maka dari itu, Anda yang memilih FOB shipping point tak boleh lengah selama memantau prosesnya.

  1. FOB destination

Dalam jasa import resmi CIF, FOB, dan Exwork, jenis FOB ini akan membebankan ongkos kirim kepada eksportir. Semua risiko yang terjadi selama proses pengiriman sampai barang tiba di gudang pun akan menjadi tanggung jawab mereka. Meski demikian, FOB destination tak bisa Anda samakan dengan CIF, karena importir tetap punya tugas yang harus dijalankan.

Sudah tahu jenis FOB mana yang akan digunakan untuk kegiatan impor? Dibandingkan CIF, FOB lebih ditujukan kepada pihak-pihak atau perusahaan yang sudah berpengalaman menangani perdagangan skala internasional. Biasanya mereka sudah memiliki rekan yang berperan sebagai forwarder atau punya usaha di negara yang menjadi supplier. Jadi, mereka juga tak keberatan apabila eksportir hanya sekadar mengantar barang sampai ke pelabuhan.

Anda yang sudah memahami fungsi jasa import CIF, FOB, dan Exwork pun tak akan merasa rugi memakai FOB. Pasalnya, sistem ini menawarkan benefit seperti kemudahan bernegosiasi dengan pihak forwarder sampai mendapatkan biaya yang paling efisien. Durasi pengiriman barang pun dapat lebih singkat. Kemudian, kalau sampai barang rusak atau hilang, klaim asuransi dapat dilakukan dengan mudah tanpa birokrasi berbelit.

Exwork (EXW)

Inconterms terakhir dalam jasa import resmi CIF, FOB, dab Exwork yang wajib Anda pelajari adalah Exwork atau EXW. Jika didefinisikan, Exwork merupakan sistem penyerahan barang yang menempatkan penjual atau eksportir memberikan barang kepada pembeli atau importir.

Adapun prosesnya diatur pembeli (at the buyer disposal) di tempat pihak penjual (seller premises) atau lokasi yang disebutkan, entah di gudang, pabrik, bengkel, dan lain sebagainya. Penjual juga tidak perlu memuat barang ke dalam kendaraan pengangkut dan mengurus perizinan ekspor.

Dalam menjalankan fungsi jasa import Exwork, Anda pun harus mengantisipasi peralihan risiko atau transfer of risk. Hal ini terjadi saat barang yang telah diantarkan ke lokasi yang disepakati. Kalau pihak pembeli atau importir tak memuat barang ke kendaraan pengangkut, penjual atau eksportir sudah lepas dari tanggungan risiko apa pun.

Dari definisi tersebut, ada tiga hal kritis yang wajib Anda perhatikan dari sistem Exwork, antara lain:

  1. Lokasi atau tempat penyerahan barang di tempat pembeli

Anda sebagai pembeli atau importir harus menentukan tempat atau lokasi penyerahan barang dari eksportir. Sebutkan titik atau nama lokasi tempat sejelas mungkin untuk memudahkan proses supaya pengiriman barang tak terlambat. Apalagi kegiatan ini melibatkan dua negara dengan perbedaan dari berbagai aspek.

  1. Lokasi atau tempat penyerahan barang di tempat penjual

Sama seperti poin sebelumnya, hal krusial dalam jasa import resmi CIF, FOB, dan Exwork ini harus disebutkan sejelas mungkin. Bedanya, lokasi tak harus melulu di tempat penjual atau eksportir, sebab pihak importir ikut terlibat. Pastikan saja tempatnya strategis dan mempunyai akses transportasi yang mudah dilewati.

  1. Kewajiban minimum bagi penjual atau eksportir

Dalam Exwork, penjual eksportir hanya bertanggung jawab untuk mempersiapkan barang. Mereka tak diwajibkan memuat barang ke dalam kendaraan pengangkut yang datang ke lokasi yang disepakati. Apabila eksportir melakukan pemuatan barang, maka mereka melakukannya atas biaya dan risiko dari importir. Jadi Anda sebagai pelaku kegiatan impor harus memegang izin resmi buat melancarkannya.

Berbeda dari CIF yang membebankan tanggung jawab kepada eksportir, Exwork melimpahkannya kepada importir. Namun, bukan berarti Anda tak berhak mengambil Exwork untuk melakukan kegiatan impor, hanya saja harus berpengalaman dalam melaksanakannya.

Sebagai tips, pembeli atau importir sebaiknya sudah mempunyai perwakilan, kantor cabang, atau agen yang ditempatkan di lokasi yang disepakati. Bekali diri Anda dengan pengetahuan dan pemahaman kuat terhadap situasi serta kondisi negara eksportir. Hasilnya, Anda bakal menerima keuntungan seperti kekuatan negosiasi tinggi tanpa terkesan memaksa di mata eksportir.

Demikian penjelasan seputar jasa import resmi CIF, FOB, dan Exwork. Dapat ditarik kesimpulan bahwa masing-masing sistem memberikan tanggung jawab kepada pihak-pihak yang terlibat untuk dipelajari sebaik mungkin agar prosesnya berjalan lancar.

Artikel Lainnya

Konsultasi gratis sekarang