Prosedur Impor Barang Dari Luar Negeri Secara Umum

Prosedur impor sangat penting untuk diketahui apabila Anda ingin melakukannya. Dengan mengetahui bagaimana prosedur impor yang baik dan benar, maka proses impor akan berjalan dengan lancar. Sebagai warga negara yang baik, tentunya Anda perlu mengikuti prosedur yang ada.

Apa Itu Impor Barang?

Istilah impor merupakan istilah yang sudah sering kita dengar dalam dunia perdagangan. Impor merupakan kegiatan untuk memasukkan barang dari luar negeri kedalam negeri. Sebenarnya tidak hanya barang saja yang bisa diimpor, namun jasa pun bisa juga untuk diimpor.

Barang yang diimpor harus melalui berbagai prosedur impor. Mulai dari harus mempunyai berbagai surat, perizinan, dan juga harus melalui pembayaran pajak. Barang yang masuk dari luar negeri tidak bisa sembarangan karena ada prosedur yang harus dilakukan sesuai hukum yang ada di Indonesia.

Pajak tersebut nantinya akan dipungut oleh badan resmi yaitu Dirjen Bea Cukai. Bea cukai akan memungut pajak agar barang bisa masuk ke dalam negeri sesuai dengan ketentuan yang ada. Jadi, setiap barang yang masuk kedalam negeri harus juga melalui bea cukai tersebut.

Kegiatan impor bisa dilakukan secara perseorangan hingga berkelompok. Jenis barang atau jasa yang bisa diimpor pun kini sudah semakin beragam. Barang atau jasa akan terus aman masuk ke dalam negeri asalkan sudah melalui prosedur yang baik dan benar.

Tujuan Melakukan Impor Barang Dari Luar Negeri

Ada berbagai tujuan orang-orang melakukan proses impor barang dari luar ke dalam negeri. Tujuannya pun beragam dan dimulai dari untuk keperluan pribadi hingga penjualan.

Berikut ini adalah berbagai tujuan melakukan impor barang dari luar negeri :

    1. Menyediakan produk dengan kualitas yang lebih tinggi dari luar negeri
    2. Memperkenalkan produk baru dari luar negeri ke dalam negeri
    3. Meningkatkan daya saing produk lokal pada pasar ekspor
    4. Mengurangi biaya produksi karena bahan baku yang harganya lebih murah

Bagaimana Prosedur Impor Barang Dari Luar Negeri?

    1. Menentukan Harga dan Sistem Perdagangan

Sebelum melakukan proses impor, Anda perlu terlebih dahulu melakukan penentuan harga dan sistem perdagangan. Sebab, nantinya akan ada berbagai sistem yang harus dipilih seperti misalnya FOB, CFR, CIF, DDP, dan FAS. Anda bisa mendiskusikan perihal ini pada supplier barang di luar negeri.

    1. Menentukan Cara dan Biaya Pengiriman

Data yang akurat berupa cara dan biaya pengiriman juga perlu untuk Anda ketahui. Dengan begitu, Anda bisa menyesuaikan biaya yang dikeluarkan dan biaya tambahan. Pilihlah cara termudah yang memberikan keuntungan. Atur juga kapan barang tersebut akan dikirimkan.

    1. Memilih Freight Forwarder

Freight Forwarder merupakan jasa pengiriman yang akan membantu mengirimkan barang Anda. Pilihlah freight forwarder yang terpercaya dan sudah profesional dalam bidangnya.

    1. Mengasuransikan Barang

Barang perlu diasuransikan untuk berjaga-jaga jika ada kendala ketika pengiriman. Barang yang sudah diasuransikan bisa diklaim asuransinya apabila terjadi kerusakan. Hal ini akan sangat menguntungkan bagi Anda agar barang bisa aman.

    1. Memahami Peraturan Bea dan Cukai

Peraturan bea dan cukai mencakup tentang bagaimana cara masuk dan berapa saja pajak yang perlu untuk Anda bayarkan. Ketika akan melakukan impor Anda perlu untuk memahaminya, kemudian lakukan sesuai dengan prosedur. Pembayaran bisa dilakukan dengan berbagai metode.

    1. Melengkapi Dokumen yang Dibutuhkan

Ada berbagai dokumen yang Anda perlu untuk lampirkan ketika akan impor barang. Seperti misalnya commercial invoice, bill of lading, airway bill, certificate of origin, packing list, dan lain sebagainya. Pastikan dokumen yang Anda lampirkan sudah sesuai dengan ketentuan yang ada.

    1. Mengurus Perizinan Untuk Impor

Selain melampirkan dokumen, ada juga perizinan lain yang perlu untuk Anda lengkapi. Anda bisa mengetahuinya dengan membaca berbagai peraturan pada bea cukai. Perizinan ini sangat penting untuk dilengkapi agar barang bisa diperbolehkan masuk kedalam negeri.

    1. Membayar Bea Masuk

Bea masuk perlu untuk dibayarkan agar barang bisa untuk masuk. Bayar sesuai dengan nominal yang sudah Anda ketahui pada prosedur-prosedur sebelumnya.

    1. Mengeluarkan Barang

Jika berbagai dokumen, izin, dan bea masuk sudah dibayar maka selanjutnya adalah mengeluarkan barang. Sebaiknya, barang langsung diangkut ke alamat Anda.

    1. Menerima Barang dan Asuransi

Jika barang sudah dikirimkan ke alamat Anda, maka periksa kondisi barang. Jika barang ada yang rusak maka bisa melakukan klaim asuransi yang sudah dibuat pada prosedur impor barang.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Ikuti artikel kami!

Antara Logistic Newsletter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Konsultasi gratis sekarang