Pengertian, Jenis, Manfaat dan Contoh Impor di Suatu Negara

Anda tentu pernah atau mungkin sering kali mendengar istilah impor dalam kehidupan sehari – hari, bukan? Ya, impor ini sering kali dijadikan sebagai salah satu istilah mengenai produk yang berasal dari negeri tetangga. Di Indonesia sendiri, banyak sekali produk – produk impor yang bisa Anda temukan. Yakni mulai dari tas, sepatu, baju, make up dan lain – lain. Namun, tahukah Anda mengenai manfaat impor di suatu negara itu sendiri?

Pengertian impor

Di suatu negara, istilah impor dan ekspor sangat berkaitan erat dalam proses perdagangan untuk barang – barang tertentu. Di pembahasan kali ini, Anda akan dijelaskan secara lebih detail mengenai pengertian hingga manfaat impor itu sendiri. Umumnya, impor merupakan salah satu kegiatan pembelian dengan memasukkan barang / jasa / komoditas tertentu dari luar negeri ke dalam negeri sesuai dengan kebijakan tertentu (legal) melalui proses perdagangan. Dalam praktiknya, kegiatan impor ini turut melibatkan adanya campur tangan pihak bea cukai di suatu negara pengirim maupun negara penerima.

Persyaratan dalam kegiatan impor

Dalam melakukan kegiatan impor ini, negara tertentu harus memiliki beberapa persyaratan seperti berikut ini :

    • Telah mempunyai izin untuk melakukan impor

Izin impor ini dapat berupa beberapa hal yang meliputi API (Angka Pengenal Impor), APIS (Angka Pengenal Impor Sementara), API (S) dan APIT (Angka Pengenal Impor Terbatas).

    • Harus dilakukan oleh pihak importir

Dalam melakukan kegiatan impor barang ini, pihak importir harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain seperti berikut :

    1. Merupakan produsen resmi importir
    2. Sebagai agen tunggal
    3. Merupakan importir umum yang sudah terdaftar dan produsen
    4. Barang impor sesuai ketentuan

Semua jenis barang yang akan diimpor dari suatu negara, diharuskan telah terdaftar sebagai barang impor sesuai ketentuan dari perpajakan dan kepabeanan yang berlaku.

Jenis – jenis impor

Sebelum mengetahui mengenai berbagai manfaat impor, ada baiknya Anda mengetahui berbagai jenis impor seperti berikut ini.

    • Jenis impor berdasarkan kegiatannya
    1. Impor sementara : impor barang yang bertujuan untuk diekspor kembali ke negara tertentu dalam jangka wakku 3 tahun.
    2. Impor ditimbun : impor barang dengan sarana pengangkut melalui proses pembongkaran.
    3. Impor dipakai : impor barang yang bertujuan untuk dipakai oleh masyarakat yang berada di negara pengimpor barang tersebut.
    4. Impor angkut lanjut (terus) : impor barang dengan sarana pengangkut tanpa melalui proses pembongkaran.
    5. Impor re-ekspor : impor barang di wilayah pabean untuk diekspor kembali ke negara tujuan karena terjadi masalah pada barang yang dikirim.
    • Jenis impor berdasarkan pengirimnya
    1. Impor full container load : pengiriman barang menggunakan container dan dilakukan oleh satu pengirim (importir) ke negara tujuan.
    2. Impor less than container load : pengiriman barang menggunakan container dan dilakukan oleh satu atau beberapa pengirim (importir) ke negara tujuan yang sama.

Apa saja manfaat impor bagi suatu negara?

Berbicara mengenai manfaat impor di suatu negara, Anda bisa menyimak beberapa hal seperti berikut ini.

    • Dapat mengurangi keluarnya devisa suatu negara ke luar negeri.
    • Mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri yang belum terpenuhi atau masih terbatas karena kondisi geografis yang tidak memungkinkan.
    • Mudah untuk mendapatkan teknologi terbaru (modern / canggih) yang dibutuhkan.
    • Lebih mudah untuk memperkuat posisi neraca pembayaran yang ada.
    • Mudah dalam mendapatkan bahan baku pembuatan produk tertentu.

Apa saja produk impor yang ada di Indonesia?

Setelah mengetahui manfaat impor di atas, sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) yang baik Anda juga perlu untuk mengetahui beberapa produk impor di Indonesia di bawah ini.

    • Bahan modal yang digunakan sebagai modal awal untuk membuka usaha seperti mesin, komputer, alat berat, suku cadang dan barang modal usaha lainnya.
    • Bahan konsumsi untuk kebutuhan sehari – hari seperti makanan, minuman, beras, daging , susu dan lain – lain.
    • Bahan baku dan bahan penolong untuk kegiatan industri seperti kertas, kendaraan bermotor, bahan kimia dan sebagainya.
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Ikuti artikel kami!

Antara Logistic Newsletter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Konsultasi gratis sekarang