Istilah Dalam Ukuran Pengiriman Barang FCL 45ft

Dalam proses pengiriman barang keluar negeri (impor atau ekspor) ada beberapa istilah di bagian gudangnya yang wajib diketahui oleh sejumlah pengusaha karena ini menentukan berapakah besarnya biaya untuk dijual kembali. Ada dua istilah bagian mobil pengiriman (kontainer) yaitu FCL dan LCL.

Pengertian FCL

FCL adalah singkatan dari Full Container Load yang diartikan sebagai metode pengiriman barang dengan menggunakan bak kontainer yang dimiliki atau dipesan full 1 pengirim. Sebagai contoh, pihak Indonesia memesan produk fashion, kosmetik dan aksesoris tubuh dari Cina dalam jumlah yang banyak kepada supplier di Cina. Otomatis pohak suplier akan memaketkan atau membungkus barang tersebut dalam 1 bak utuh. Nah, inilah yang dinamakan FCL.

Dalam ukuran bak kontainer ini ada berbagai pilihan mulai dari 20ft, 40ft, 45ft. Untuk setiap ukuran tersebut ternyata punya kapasitas daya tampung masing-masing.

Untuk kontainer 20ft artinya hanya bisa menampung barang maksimal 20 ton, atau 28,3 metrik ton, untuk kontainer 40 ft artinya maksimal tampungan 30,4 metrik ton atau setara dengan 28 ton (maksimal) sedangkan untuk kontainer FCL 45ft artinya punya batasan maksimal tampungan sama dengan 40 ft, mungkin lebih besar sedikit. Perlu diperhatikan bahwa batasan maksimal dari daya tampungan ini setiap negara berbeda-beda, artinya dengan kapasitas yang disebutkan itu tidak selalu diperbolehkan, bahkan bisa dikurangi dengan alasan tertentu.

Ketika pengirim ingin mengirimkan paketan ke Indonesia dengan ukuran 45ft kontainer maka dapat diartikan bahwa daya tampungannya 86 m3. Apapun isi barangnya hanya boleh dikuasai oleh 1 pengirim saja. Tentunya hal ini akan memengaruhi dari harga jual di Indonesia.

Pengertian LCL

LCL adalah singkatan dari Less Container Load yang diartikan sebagai metode pengiriman barang dalam 1 bak kontainer yang berisikan berbagai pengirim dengan banyak barang. Intinya, dalam 1 bak kontainer berisikan banyak barang pesanan dengan pengirim dari banyak toko. Sebagai contoh, toko di Cina ada 10 buah dan masing-masing memiliki orderan yang sama ke negara Indonesia, setiap toko tersebut memiliki pesanan yang berbeda, toko A mengirimkan elektronik, toko b mengirimkan mainan anak dan seterusnya. Keseluruhan barang tersebut akan digolongkan oleh pihak gudang logistik untuk dijadikan 1 bak kontainer. Nah, kira-kira pengertian dari LCL ada seperti itu ya. Untuk ukuran volume bak kontainer LCL juga sama dengan ukuran sistem FCL. Mengirim barang dengan metode LCL ini dirasakan heat untuk penerima atau pengimpor yang berbudget minimalis, bukan untuk kepentingan usaha kelas besar. Risiko yang dihadapi dengan metode LCL ini adalah terkadang terjadi penukaran barang, namun pihak pengiriman akan melakukan cek ulang sebelum sampai ke tangan pembeli di negara tujuan.

Dalam pengiriman dengan kontainer memang di partisi dengan per bagian barang yang dikemas. Adapun pengemasan barang ini tidak boleh sembarangan. Untuk barang bahan kimia seperti kebutuhan eksperimen di laborat, obat kesehatan dan sejenisnya dipisahkan dengan barang lainnya. Dalam pengelompokan jenis cargo kontainer dibagi menjadi 3 yaitu dry, reefer dan special container. Untuk masing-masing jenis tersebut memang hanya pihak gudang logistik perusahaan pengiriman yang tahu karena berhubungan dengan volume dan biaya yang akan dibebankan.

Kontainer tidak sembarangan dalam memasukkan barang, apabila butuh sirkulasi maka desain bak kontainer akan menyesuaikan dengan kondisi barang yang ada. Seperti pada pengiriman barang basah (ikan, sayuran) memakai kontainer jenis reefer.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email

Ikuti artikel kami!

Antara Logistic Newsletter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Konsultasi gratis sekarang