Bekerja Dengan Bahan Kimia Berbahaya? Yok Jangan Lupakan Pentingnya Fungsi MSDS!

Pentingnya Fungsi MSDS

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa industri kimia telah berkembang secara pesat. Saat ini sangat banyak industri kimia di Indonesia, mulai dari industri makanan, minuman, pupuk, semen, minyak bumi, gas, sawit, dan sebagainya. Tidak hanya itu, kemajuan bidang teknik kimia juga terdapat dalam bidang pendidikan kimia, kimia sains, dan teknik kimia.

Dampak Kemajuan Industri Kimia

Tentunya, dalam teknik kimia sangat erat hubungannya dengan keterlibatan bahan kimia. Bahan kimia sangat terlibat dalam proses analisis laboratorium, penelitian, produksi bahan kimia, produksi deterjen, industri tekstil dan sebagainya. Bagi Anda yang terlibat didalamnya, Anda harus berhati-hati agar dalam kegiatan yang melibatkan bahan kimia berbahaya Anda tetap aman.

Dalam penanganan bahan kimia berbahaya, langkah awal yang harus Anda pahami adalah mengenai informasi sifat fisis dan kimia suatu bahan tersebut. Mengapa demikian? Nah, karena melalui sifat fisis kimia bahan, kita dapat mengidentifikasi bahaya yang ditimbulkan dan cara penanganannya.

Bahaya Bahan Kimia Memang Apa Saja?

Berbicara mengenai bahan kimia, ada banyak sekali bahaya yang ada. Akan tetapi, ingat tidak semua bahan kimia itu berbahaya ya. Ada juga yang bahan kimia dengan bahaya yang minim hingga bahaya yang besar. Contohnya apa? Air yang kita gunakan sehari-hari itu termasuk bahan kimia loh yaitu dengan nama lain Dihidrogen Oksida (H2O). Akan tetapi, bahan kimia “air” tersebut tergolong aman. Kecuali untuk kebutuhan minum, memang harus diperhatikan kebersihan, warnanya, dan rasanya.

Bahan lain yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari adalah alkohol dalam hand sanitizer. Tentu tidak asing lagi bukan? Alkohol yang biasa digunakan untuk pembunuh kuman adalah etanol dengan kemurnian 70%. Lantas apa bahayanya? Bagi Anda yang belum tahu, alkohol bersifat mudah menguap dan mudah terbakar. Selain itu juga bisa menyebabkan efek memabukkan bila kamu hirup uapnya. Hm, ternyata cukup bahaya bukan?

Tidak hanya itu, sangat banyak sekali jenis bahan kimia berbahaya yang mungkin terlibat dalam pekerjaan Anda apalagi di industri kimia atau analis kimia. Tentunya Anda tidak mungkin bisa menghafal satu-satu sifat fisis dan kimia dari bahan tersebut bukan? Lantas bagaimana caranya? Tenang saja, Anda bisa mencari informasi di MSDS terkait sifat fisis kimia bahan kimia dan cara penanganannya.

Apa itu MSDS?

MSDS atau Material Safety Data Sheet atau juga dikenal sebagai Lembar Data Keselamatan Bahan merupakan suatu dokumen yang berisi informasi potensi bahaya suatu bahan kimia dan cara bekerja yang aman dengan bahan tersebut. Potensi bahaya yang umumnya dibahas adalah dampak terhadap kesehatan manusia, potensi terbakar, reaktivitas bahan, maupun dampaknya terhadap lingkungan.

Lantas fungsi MSDS sebagai apa? Kapan MSDS (Material Safety Data Sheet) wajib digunakan? Jadi, sebelum bekerja kita harus mengetahui segala bentuk potensi bahaya dari bahan yang akan kita gunakan. Nah, jadi MSDS berfungsi sebagai sumber informasi mengenai bahaya suatu bahan dan dari MSDS kita bisa tahu bagaimana cara penanganan bahaya dari bahan tersebut.

Tidak hanya itu kita juga bisa mengetahui cara bekerja yang aman agar terhindar dari yang namanya kecelakaan kerja. Umumnya sebelum bekerja dengan bahan kimia yang ada, Anda diminta untuk memahami dahulu MSDS dari bahan yang ada. Jadi bila Anda bekerja melibatkan 10 bahan kimia, maka Anda juga harus menyiapkan MSDS untuk ke-10 bahan kimia tersebut.

MSDS untuk Bahan Apa Saja?

Apakah MSDS berisi informasi untuk semua jenis bahan kimia? Ya, tapi lebih tepatnya setiap bahan kimia terdapat MSDS-nya masing-masing. Jadi, Anda dapat mempelajari MSDS dari setiap bahan yang akan Anda gunakan atau terlibat dalam pekerjaan. Berdasarkan PP No. 74 Tahun 2001 bahwa dalam pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), maka orang yang terlibat wajib menyediakan MSDS-nya.

Informasi di MSDS yang Bagus Seperti Apa?

Nah, tentunya Anda juga bertanya-tanya. Dokumen MSDS seperti apa yang cocok atau bagus untuk dijadikan sumber informasi dan panduan dalam penanganan bahan B3? Berdasarkan Kepmenaker No. 187/MEN/1999 bahwa isi sebuah MSDS dikatakan bagus apabila memuat beberapa informasi penting didalamnya. Informasi apa sajakah itu? Simak fungsi MSDS dan manfaatnya sebagai berikut.

  1. Terdapat informasi mengenai identitas bahan dan nama perusahaan pembuat MSDS tersebut.
  2. Informasi lengkap mengenai komposisi bahan.
  3. Terdapat identifikasi bahaya yang lengkap. Identifikasi bahaya dapat berupa reaktifitas, mudah terbakar (combustible), mudah menyala (flammable), mudah meledak (explosive), korosif, beracun (toxic), radiasi, oxidative, maupun mencemari lingkungan/ ekosistem.
  4. Tindakan pertolongan pertama pada kecelakaan.
  5. Tindakan penanggulangan bila terjadi kebakaran.
  6. Tindakan bila terjadi tumpahan bahan dan kebocoran
  7. Cara penyimpanan dan penanganan bahan tersebut
  8. Kelengkapan APD khusus yang diperlukan dalam penanganan bahan kimia berbahaya
  9. Sifat fisika dan kimia dari bahan. Sifat fisik dapat berupa titik didih, titik beku, densitas, viskositas, tekanan uap murni, dan kelarutan. Sifat kimia dapat berupa reaktivitas terhadap suatu bahan kimia lain.
  10. Informasi stabilitas bahan dan tingkat reaktivitasnya
  11. Informasi toksikologi. Yang dimaksudkan disini adalah tingkat bahaya bahan tersebut, berapa dosis bahan yang dapat menyebabkan kematian bila tertelan, dan lainnya.
  12. Informasi ekologi yaitu mengenai tingkat bahaya dan dampaknya bila bahan tersebut tercemar ke lingkungan atau perairan.
  13. Cara penanganan atau pembuangan limbah
  14. Metode pengangkutan bahan yang aman
  15. Informasi mengenai peraturan perundang-undangan yang terkait

Wow, cukup banyak bukan? Tentunya ke-14 informasi di MSDS diatas tidak selalu semuanya kamu temukan dalam dokumen MSDS. Akan tetapi yang menjadi point utamanya adalah informasi mengenai komposisi bahan, sifat fisika-kimia, jenis bahaya yang ditimbulkan, cara penanganan bahaya dan kelengkapan APD yang diwajibkan.

Dimana MSDS Didapatkan?

Tentunya bagi Anda yang membutuhkan MSDS, tenang Anda bisa mendapatkannya gratis dan bisa mengunduhnya di google. Hal ini karena MSDS umumnya dibuat oleh suatu lembaga terpercaya dan diakui. Ada dokumen MSDS yang dibuat oleh perusahaan Indonesia maupun perusahaan asing. Tentunya MSDS yang paling sering digunakan adalah yang berbahasa inggris karena bersifat internasional.

Lalu bagaimana keyword yang diperlukan untuk mendapatkan dokumen MSDS? Tenang, Anda cukup membuka google dan mengetikkan “MSDS of…nama bahan kimia”. Misalnya adalah “MSDS of Ammonia”, “MSDS of Sulfuric Acid”, dan “MSDS of Sodium Hydroxide”. Selain itu, bagi Anda orang kimia dan paham mengenai rumus molekul bahan kimia, Anda dapat mencari MSDS dengan melampirkan rumus kimianya. Contoh “MSDS of NH3”, atau “MSDS of H2SO4”, dan “MSDS of NaOH”.

Fendor MSDS Mana yang Bagus?

Bila hal tersebut yang Anda tanyakan, maka cukup banyak fendor yang menyediakan MSDS yang bagus dan terpercaya. Sehingga Anda bebas mau menggunakan yang mana saja, karena informasi yang diberikan sama. Anda bisa memilih dan mendownload semuanya, lalu mencari mana informasi yang lebih lengkap dan mudah Anda pahami bahasanya. Berikut beberapa fendor MSDS yang dapat Anda jadikan referensi, dalam hal ini kami contohkan untuk “MSDS of Sulfuric Acid”.

  1. Teck Metal Ltd.
  2. Fisher Scientific Company
  3. Sigma-Aldrich Pte Ltd
  4. LabChem Inc
  5. com Inc

Beberapa informasi yang didapatkan dari ke-setiap fendor MSDS diatas beserta fungsi MSDS di dalamnya adalah sebagai berikut.

1. Identifikasi Bahan Kimia

Fungsi MSDS dalam hal ini adalah memberikan informasi mengenai penerbit MSDS dan tanggal pembuatan MSDS. Beberapa fendor juga memberikan informasi mengenai kegunaan produk yang ada dan informasi emergency call. Anda juga bisa mendapatkan informasi CAS number dari setiap bahan kimia, sinonim nama bahan tersebut, dan rumus kimia senyawanya.

2. Identifikasi Bahaya

Dalam hal ini beberapa fendor ada yang memberikan informasi banyak dan lengkap dan ada yang lebih sedikit. Ditinjau dari dokumen MSDS-nya bahwa fendor Teck Metal memberikan warning bahaya “Asam Sulfat” yang lebih lengkap yaitu bahaya korosif, iritasi, beracun, karsinogen, maupun bahaya untuk lingkungan dan ditampilkan melalui logo bahaya B3. Sementara itu fendor lain mengutamakan bahaya iritasi dari bahan tersebut, dan bahaya lain dijelaskan dalam bentuk perkataan. Oleh karenanya, semua MSDS yang ada sangat layak dijadikan acuan.

Tidak hanya memberikan potensi bahaya yang ada, beberapa dokumen MSDS juga menyampaikan adanya cara penanganan apabila Anda terpapar bahan kimia tersebut. Diantaranya adalah penanganan apabila terkena kulit, terhirup, uapnya mengenai mata, ataupun sampai tertelan. Anda dapat memahaminya dan menjadikan pedoman apabila dalam bekerja Anda mendapatkan insiden seperti yang dijelaskan. Fungsi MSDS sangat bagus bukan? Bahkan dapat dijadikan administrasi utama dalam pencegahan kecelakaan kerja.

3. Komposisi Kimia

Informasi ini mungkin kurang berguna bagi Anda yang tidak bekerja dalam suatu proyek penelitian atau proses produksi suatu bahan kimia. Karena utamanya Anda hanya diminta untuk mengetahui sifat fisis kimia bahan, potensi bahaya, dan tindakan pencegahannya. Sementara itu, bagi Anda seorang peneliti atau spesifik terhadap suatu bahan, informasi komposisi bahan sangatlah penting. Hal ini karena semakin tinggi kadar suatu bahan, maka proses pemurnian dalam suatu unit produksi lebih mudah dilakukan.

4. Tindakan Pertolongan Pertama

Hal ini merupakan informasi di MSDS yang tergolong penting untuk dipahami. Hal ini karena bila Anda bekerja dengan suatu bahan masih dimungkinkan untuk terpapar suatu bahan walaupun APD sudah digunakan. Tentunya dalam bekerja dengan bahan kimia berbahaya, MSDS telah memberitahu Anda bahwa setidaknya Anda menggunakan alat pelindung diri yang lengkap.

Beberapa alat pelindung diri yang lengkap yang direkomendasikan bagi Anda yang bekerja dengan bahan kimia berbahaya adalah jas lab lengan panjang, sarung tangan/ glove dari bahan latex, kacamata google, masker dan diutamakan menggunakan respirator berfilter bila bahan tersebut dapat menguap, serta menggunakan sepatu safety.

Informasi MSDS yang juga tidak kalah penting adalah MSDS menyuruh Anda untuk melakukan segala kegiatan yang berhubungan dengan bahan kimia terutama asam atau basa bahwa harus bekerja pada lemari asam. Mengapa demikian? Hal ini agar uap kimia yang dihasilkan langsung tersedot oleh lemari asam dan tidak terpapar ke tubuh Anda atau terkontaminasi ke mata.

Bagaimana bila Anda terpapar bahan kimia? Tenang, MSDS telah memberikan solusinya tentang apa yang harus Anda lakukan pertama kali bila terpapar bahan kimia. Tapi sebaiknya Anda pahami dulu isi MSDS yang ada bila perlu dihapalkan dan dibuat note atau catatan kecil selama bekerja. Mengapa demikian? Supaya Anda dapat lebih berhati-hati dan tidak ceroboh dalam bekerja dan segera tahu tindakan pertolongan yang dilakukan.

5. Penanganan Bila Terjadi Kebakaran

Tidak menutup kemungkinan bila Anda bekerja dengan bahan kimia yang mudah menguap atau reaktif nantinya dapat memicu terjadinya kebakaran. Walau kejadian ini hampir tidak ditemui, tetapi Anda perlu tahu Langkah penangannya. MSDS juga memberikan tindakan penanganan bila nantinya terjadi nyala api atau ledakan akibat reaksi yang terjadi.

Fungsi MSDS sangat fantastic bukan? Seperti halnya Asam Sulfat yang kali ini penulis contohkan, bahan tersebut tidaklah mudah menguap dan mudah terbakar. Akan tetapi, MSDS memberikan informasi bahwa bahan tersebut dapat terbakar atau menimbulkan panas apabila kontak dengan bahan lain yang mudah terbakar, atau bereaksi dengan suatu logam atau adanya pengenceran.

Kegunaan MSDS banyak sekali bukan? Yang semulanya mungkin Anda tidak tahu mengenai informasi tersebut, setelah Anda membaca dengan lengkap MSDS-nya membuat Anda jadi lebih memahami mengenai penanganan dan bahaya dari suatu bahan. Hal ini akhirnya membuat Anda tidak ceroboh atau asal-asalan dalam bekerja dan dapat membuat prosedur kerja yang aman tentunya.

6. Penanganan Pelepasan Uap Bahan ke Lingkungan

Menangani bahan kimia tentunya harus berhati-hati, apalagi dimungkinkan ada uap bahan kimia yang dapat terhirup. Memang bila kita lihat dengan kasat mata, bahkan tak terlihat sama sekali suatu bahan kimia menguap. Bahan bahan yang tergolong menguap pada suhu tinggipun seolah-olah terlihat tidak menguap.

Apakah sejatinya begitu? Nah informasi di MSDS adalah jawaban bahwa uap suatu bahan kimia walaupun jumlahnya sedikit tentulah sangat berbahaya. Bahkan bahan yang tidak menguapkan apabila Anda tidak sengaja terhirup, bisa membuat Anda pusing bahkan kehilangan kesadaran. Mengerikan bukan?

Oleh karena itu munculah MSDS, yang memberikan Anda informasi bahwa suatu bahan A, B, atau C itu sifatnya berbahaya atau tidak. Apakah dapat menimbulkan iritasi bila terkena kulit, terhirup, atau terkena mata. Semua informasi tersebut tersedia di MSDS. Kegunaan MSDS banyak sekali bila Anda cermati dengan baik tentunya.

7. Penanganan dan Penyimpanan

Hal yang tak kalah penting dalam dokumen MSDS adalah informasi mengenai cara penanganan suatu bahan kimia dan cara penyimpanannya. Mengapa demikian? Karena tentunya penanganan setiap bahan kimia berbeda tentunya. Sebagai contoh untuk bahan senyawa asam disimpan dalam botol kaca yang tertutup rapat. Bahan kimia juga diletakkan dilantai tidak diatas lemari.

Berbeda dengan bahan yang bersifat bubuk alias powder dapat disimpan di botol plastic tebal yang tidak transparan. Kemudian dapat disimpan di lemari bahan kimia juga tentunya. Untuk bahan-bahan cair seperti asam kuat, harap diletakkan di lemari asam. Apalagi untuk bahan yang akan digunakan, hal ini untuk mencegah terjadinya paparan. Nah, banyak sekali tentunya ilmu yang Anda bisa dapatkan dari MSDS.

Itu dia mengenai informasi seputar MSDS, cara mendapatkan MSDS, fungsi MSDS, manfaat MSDS, baik dalam menginformasikan potensi bahaya suatu bahan maupun cara penanganannya. Sungguh banyak sekali informasi yang Anda bisa dapatkan bukan? Oleh karena itu, pastikan sebelum Anda bekerja dengan bahan kimia berbahaya untuk selalu menyiapkan MSDS-nya dan mempelajari isinya. Jadilah pribadi yang sadar akan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) ya…

Artikel Lainnya

Konsultasi gratis sekarang